Bumi Semakin Tua, 8 Teknologi Ramah Lingkungan Ini Bantu Menyelamatkan Dunia!

Pernahkah kamu berpikir tentang aneka inovasi penting yang dapat membantu mencegah bahkan menanggulangi masalah alam akibat semakin tuanya bumi kita?

Belakangan kita mendapati keadaan bumi tampak kurang stabil dan mengalami banyak masalah alam seperti banjir, kemarau yang terlampau panjang, bencana longsor hingga masalah sampah yang tak kunjung terselesaikan.

Read More

Global Warming telah menjadi isu hangat yang selalu diulang dari tahun ke tahun sebagai faktor penting terjadinya berbagai kerusakan di muka bumi ini. sementara itu, seiring berjalannya waktu, masalah tak kunjung berhenti begitu saja meski telah dilakukan beberapa perbaikan mulai dari revitalisasi alam, perbaikan pola hidup masyarakat hingga upaya lainnya untuk mengembalikan bumi menjadi rumah tinggal yang aman.

Namun, upaya tersebut cukup sulit dilakukan jika tak didukung oleh semua kalangan masyarakat. Selain upaya tersebut, sedikitnya ada 10 inovasi teknologi yang menjadi jalan tempuh untuk mengatasi berbagai masalah penyebab kerusakan lingkungan di bumi. Dengan menyimak ulasan berikut, mungkin kamu akan mulai membuka pikiran dan turut menyumbangkan ide bagi kelestarian alam sekitar.

Lampu Super Hemat dan Tahan Lama

Ide kreatif ini dirancang oleh mahasiswa Indonesia yang menapaki jalan ilmu di perguruan tinggi Universitas Brawijaya. Meski berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan mereka mampu menciptakan teknologi ramah lingkungan berupa lampu yang didesain hemat energi serta memiliki ketahanan nyala yang mumpuni.

Kita tahu bahwa kebutuhan energi di bumi terus meningkat seiring dengan masa modern yang dijalani. Sementara itu, bahan energi fosil telah mengalami penurunan secara signifikan karena terus menerus digunakan tanpa ada penggantinya.

Atas dasar hal itulah para mahasiswa kreatif ini merancang idenya dan dituangkan dalam sebuah karya berupa lampu super hemat yang diciptakan dari pemanfaatan bakteri bioluminescence yang berada pada tubuh cumi-cumi.

Dari pengembangan yang berjalan, para mahasiswa Universitas Brawijaya ini menemukan bahwa bakteri cumi tersebut mampu menghasilkan cahaya dengan warna biru. Melalui percobaan lanjutan penemuan semakin memuaskan saat cahaya bertambah terang ketika jumlah bakteri ditambah.

Selain super hemat, lampu yang berhasil diciptakan ini mampu menyala dalam jangka waktu yang sangat lama serta ramah lingkungan. Hal menarik lainnya adalah ketika bakteri mati, lampu dapat terus menyala karena munculnya bakteri baru hasil perkembangbiakan bakteri sebelumnya.

Kios Eco-ATM yang Mengurangi Sampah Elektronik

Permasalahan sampah elektronik menjadi hal yang cukup serius karena kian tahun eksistensinya sampah ini semakin meninggi. Mesin ini sudah digunakan oleh beberapa negara maju di dunia.

Uniknya, ATM ini membeli barang elektronik bekas yang tidak terpakai dari para pemiliknya. Selain dapat membuang sampah elektronik secara tepat, uang pun bisa didapatkan dari hasil pembelian karena mesin ini mampu mendeteksi harga barang di pasaran.

Meski tampak sangat menarik, teknologi ini belum dimanfaatkan di negara kita. Jika saja ada Eco ATM, tentunya akan menjadi rujukan penukaran sampah elektronik favorit bagi masyarakat. Selain mendapat keuntungan, menggunakan mesin ini sama dengan menyelamatkan lingkungan dari pencemaran senyawa berbahaya yang berasal dari benda elektronik bekas tersebut.

Kulkas Tanpa Aliran Listrik

Kali ini ide kreatif berasal dari dua orang siswa Sekolah Dasar Al-Azhar No. 14 Semarang, Jawa Tengah yakni Sanika Putra dan Arya Nardhana. Sebuah kulkas tanpa aliran listrik berhasil diciptakan oleh mereka dari bahan yang cukup sederhana.

Bahan seperti styrofoam, kaleng, pasir serta air dingin ternyata mampu digunakan untuk membuat alat pendingin yang dapat mempertahankan kesegaran buah dan sayur hingga tujuh hari lamanya meski tanpa aliran listrik sedikitpun.

Alhasil, penggunaan listrik menjadi lebih hemat hanya dengan membuat kulkas sederhana dengan memanfaatkan kotak styrofoam yang ditempati kaleng yang di bagian antara styrofoam dan kaleng dimasukkan pasir dan air dingin.

Lantai Listrik Unik

Jika sebelumnya kita membahas mengenai kulkas tanpa aliran listrik, pengembangan teknologi yang satu ini justru dapat menghasilkan listrik. Uniknya lokasi lantai penghasil listrik ini ditempatkan di wilayah stasiun kereta di Jepang. Kira-kira mengapa ya?

Usut punya usut, rupanya teknologi ini dirancang dengan pemanfaatan tekanan yang dapat diubah menjadi energi listrik melalui permukaan lantai berupa lempengan keramik canggih. Mengingat stasiun adalah tempat yang ramai, pijakan setiap orang pada lempengan tersebutlah yang menjadi pemicu terciptanya energi listrik.

Panel Pengubah Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik

Teknologi yang satu ini sudah cukup banyak digunakan di Indonesia. Panel ini digunakan untuk merubah cahaya menjadi sumber energi listrik. Akibat keberadaan panel ini cahaya matahari yang panas pun dapat menjadi sumber energi yang tiada habisnya.

Di awal, penggunaannya sebatas bagi moda penerangan namun semakin berkembangnya teknologi, pengembangannya berhasil mencakup penggunaan bagi industri-industri besar. Penyerapan sinar matahari ini dilakukan oleh sel photovoltanic yang mampu membuat arus energi mengalir di antara dua muatan yang memiliki arah berlawanan.

Saat ini Indonesia pun telah menggunakan teknologi panel surya. Semakin banyak orang yang beralih dari penggunaan listrik umum kepada energi listrik dari panel surya semakin baik pula penjagaan alam kita.

Teknologi Biogas Bahan Organik

Istilah ini sudah cukup sering diperdengarkan sebagai terobosan teknologi yang menyelamatkan alam dan mempermudah kehidupan manusia. Pemanfaatan limbah organik berupa kotoran binatang hingga manusia nyatanya mampu menghasilkan gas yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar.

Kandungan utama yang dihasilkan ialah berupa zat karbondioksida serta metana. Bahan inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Selain ramah lingkungan, pengembangan teknologi ini juga membantu tercemarnya lingkungan akibat limbah kotoran binatang maupun manusia.

Hasil pembuangan organik yang tadinya tampak tak berguna pun dapat diolah dan menghasilkan energi yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat lebih pada kehidupan.

Mobil Listrik Hemat Bahan Bakar

Mobil listrik merupakan satu dari sekian pengembangan teknologi hemat energi. Di Indonesia sendiri pengembangan mobil listrik sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Penggunaan listrik sebagai bahan penggerak mobil mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang kini terus berkurang.

Selain hemat energi, mobil listrik sama sekali tak menghasilkan emisi sebagaimana kendaraan lainnya yang memberikan dampak polutan di udara. Dengan teknologi ini, diharapkan mampu mengurangi pencemaran udara dan menjadi solusi untuk menjaga kualitas udara di sekitar kita.

Saat ini, peredarannya memang masih belum terlalu meluas, namun beberapa kalangan terus memperjuangkan eksistensi mobil listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan.

Ecoffin, Peti Mati Ramah Lingkungan yang Cepat Terurai

Penggunaan peti mati adalah hal yang biasa. Tak hanya di luar negeri, di Indonesia pun sudah tidak asing. Proses pemakaman berupa tahap kremasi memberikan dampak berupa emisi yang mampu mencemari atmosfer bumi.

Maka dari itu, sebuah perusahaan yang berdiri di Colorado menyiapkan solusi berupa peti mati yang ramah lingkungan karena dapat terurai dengan cepat. Bahan pembuatannya adalah bambu, pinus, pelepah pisang hingga pandan yang merupakan bahan-bahan alami.

Sudahkah memikirkan ide kreatif untuk menghasilkan produk teknologi yang ramah lingkungan? Yuk, sama-sama menjaga bumi dengan menggunakan teknologi yang aman bagi ekosistem bumi.

Related posts