Puisi: Patah hati terhebat saat ditinggal Sang Ayah

  • Whatsapp

Puisi ini menceritakan Seorang Anak yang telah ditinggal Seorang Ayah yang telah meninggal. Seorang Anak yang rindu akan kasih sayang dari sosok seorang Ayah.

Ia ditingalkan disaat masih membutuhkan kasih sayangNya. Mungkin Tuhan lebih sayang Padanya.

Read More

Dan dengan seiring waktu yang begitu cepat Anak tumbuh dengan banyak cercaan dan hinaan. Tapi Ia berdiri tegak atas do’a dan dorongan dari Keluarganya. Dan sekarang Anak ini tumbuh dewasa yang penuh percaya diri untuk melawan kerasnya dunia ini.

Waktu, kenapa membiarkan hati ini terus membelengggu Membiarkan aku harus terbiasa atas ketiadaannya

Waktu, apa yang kau tahu disaat Orang lain selalu bahagia atas perkumpulan keluarga yang harmonis

Tapi tidak dengan aku, hati yang selalu menahan tangis yang rindu akan kasih sayang seorang Ayah

Iyaa iri memang, Mereka yang selalu berjabat tangan setiap hari, atau bahkan meneceritakan hal yang tak penting

Tapi waktu, aku mohpon sembuhkanlah hati ini

Ikhlaskanlah hati ini agar aku bisa lebih kuat menghadapi kerasnya dunia ini

Waktu, terlalu cepat namun aku tak pantas menyalahkanmu terus menerus

Karena aku sadar dunia hanyalah sementara

Dan aku akan terus berjuang untuk mimpi-mimpiku

Meski Ayah tak lagi disampingku

Aku tahu Ia selalu memperhatikanku dari kejauhan

Walau ini adalah patah hati terhebat yang pernah aku rasa tak menutup kemungkinan aku menjadi lebih hebat dari yang lain

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *