Theme WordPress AMP tanpa Plugin 2019 pilihan saya

  • Whatsapp

Sebelum mengulas theme WordPress AMP tanpa plugin yang menjadi pilihan saya, kita coba sedikit mengulas Seperti apa itu AMP?, cara cek situs valid AMP, penerapan pada situs yang sudah terlanjur menggunakan theme non-AMP, membedakan halaman web AMP yang menggunakan plugin pada WordPress dan yang tidak menggunakan plugin.

Membangun sebuah website ataupun blog tentu tidak bisa lepas dari yang namanya tampilan itu sendiri. Tampilan bisa menjadi salah satu tolak ukur bagi sebuah website atau blog yang akan membuat pengunjung menjadi betah lama-lama mengunjungi website atau blog kita.

Read More

Semakin berkembangnya jaman dengan teknologi yang terus berkembang yang berakibat ada satu peralihan yang menurut saya sangat-sangat signifikan merubah kebiasaan para pengunjung yang awalnya para pengunjung lebih banyak menggunakan perangkat komputer atau PC untuk mengakses sebuah website atau blog, berbeda dengan dijaman sekarang para pengunjung lebih dominan mengakses sebuah halaman web atau blog dengan menggunakan perangkat mobile yang Mereka miliki yang tentunya memiliki keterbatasan dalam akses halaman biasa.

Dari peralihan kebiasaan pengunjung dari perangkat komputer ke perangkat mobile tentunya ini menjadi salah satu pendorong untuk pengoptimalan akses menggunakan perangkat mobile oleh Tim Google sebagai raksasanya perusahaan internet dengan menciptakan satu pemograman yang lebih mengedepankan kecepatan akses halaman web dari perangkat mobile.

Accelerated Mobile Pages (AMP)

Accelerated Mobile Pages yang lebih dikenal dengan AMP sebagai pemograman yang akan memberikan desain halaman web menjadi mobile friendly.

Keuntungan halaman AMP

Web dengan desain AMP tentunya akan memberikan pengalaman berselancar didunia internet lebih cepat bahkan 4 kali lebih cepat dari web dengan halaman nonAMP.

Dengan akses halaman lebih cepat tentunya akan menghemat data lebih maksimal jadi pengguna akan bisa meminimalkan pengeluaran untuk membeli paket data internet, ini mungkin salah satu keuntungan AMP bagi finansial.

AMP sebagai satu proyek Google yang akan memberikan kecepatan akses halaman web pada perangkat mobile memang tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan untuk menjadi bagiannya, ada aturan yang harus dipenuhi atau diterapkan pada desain web atau blog yang kita miliki seperti dijelaskan di situs resminya Google AMP.

Penerapan AMP pada situs WordPress

Bagi pengguna WordPress berbayar mungkin akan lebih mudah menerapkan aturan-aturan yang yang dijelaskan oleh Google supaya web atau blog memiliki halaman valid AMP tanpa harus memiliki keterampilan koding, penguna cukup menggunakan plugin yang sudah disediakan oleh developer secara gratis ataupun berbayar, secara otomatis web atau blog akan memiliki halaman valid AMP tanpa merubah struktur theme atau desain sebelumnya pada versi non AMP dan untuk versi AMP akan memiliki tampilan yang berbeda disesuaikan dengan theme yang disediakan gratis maupun berbayar.

Menggunakan plugin AMP menurut saya bukan merubah struktur theme yang sudah digunakan menjadi valid AMP” tetapi dengan menggunakan plugin AMP secara otomatis membuat satu halaman yang berbeda dari halaman non-AMP. Halaman AMP hanya akan bisa ditampilkan dipencarian melalui perangkat mobile dan halaman non-AMP tetap bisa ditemukan dan diakses melalui perangkat PC atau Komputer bahkan diperangkat mobile pun masih bisa ditemukan dengan tidak ditandai gambar petir pada pencarian seluler.

Sedangkan bila ingin situs web atau blog menjadi valid AMP dengan tanpa menggunakan plugin tentunya diharuskan seseorang memiliki keterampilan koding sesuai arahan atau aturan Google yang harus diterapkan pada desain situs yang dimiliki supaya valid AMP.

Bila menerapkan cara ini maka situs hanya memiliki satu halaman valid AMP tetapi mungkin akan memiliki resiko bagi situs yang sudah terlanjur menggunakan theme non-AMP dan ingin merubahnya menjadi AMP karena banyak perubahan yang harus diterapkan pada struktur theme WordPress.

Mungkin yang paling mudah bagi yang tidak memiliki keterampilan koding adalah dengan cara mengganti theme dengan yang sudah disediakan oleh developer. Dengan cara ini juga bukan tanpa resiko seperti kehilangan pengunjung untuk beberapa saat dan mungkin yang paling fatal adalah erornya pada postingan diakibatkan kesalahan pada struktur AMP.

Bila ingin postingan menjadi valid AMP kita harus edit satu persatu yang tentunya akan membutuhkan waktu lama tergantung dari banyaknya postingan yang eror.

Eror AMP pada postingan bisa di cek di AMP Test – Google Search Console satu persatu, bisa juga kita menunggu pemberitahuan via email dari web search console google dan atau selalu rajin cek tuh halaman search console akan tertera postingan mana saja yang eror AMP.

Diatas sudah dijelaskan 2 cara untuk bisa menjadikan halaman web atau blog menjadi valid AMP pada WordPress yaitu dengan menggunakan plugin dan atau merubah struktur theme dan atau mengganti theme yang digunakan dengan theme khusus AMP.

Bagaimana cara menerapkan 2 cara ini? sedikit yang saya pahami dari 2 cara ini;

Menggunakan plugin

Pertama adalah Anda tinggal instal plugin AMP pada situs Anda, ada banyak pugin AMP yang ditawarkan seperti yang pernah saya gunakan adalah plugin AMP cara penggunaannya sangat simpel tinggal instal dan aktifkan maka situs secara otomatis memiliki halaman AMP.

Selain plugin dengan nama AMP ada juga yang pernah saya coba juga sebelum memutuskan menggunakan theme khusus AMP yaitu AMP for WP – Accelerated Mobile Pages cara menggunakannya sama tinggal instal dan aktifkan.

Dari kedua plugin yang pernah saya gunakan yang paling cocok dan saya rekomendasikan bagi pemula seperti saya adalah AMP for WP – Accelerated Mobile Pages kenapa? Selain simpel dalam pengunaannya ada banyak tool untuk optimasi yang juga bisa dibilang mudah dalam penggunaannya untuk yang versi gratis, dan untuk versi berbayar tentunya lebih lengkap lagi termasuk pilihan pada tampilannya.

Cara mengeceknya juga mudah setelah plugin diinstal dan diaktifkan tinggal buka link halaman situs dengan menambahkan /amp contohnya adalah situs besar yang juga menggunakan plugin ini seperti https://www.hostinger.co.id/amp.

Pilihan kembali pada tangan Anda yang mana yang akan dipilih sesuai kenyamanan Anda dalam mengunakannya.

Tanpa menggunakan plugin

Saya rasa ini pilihan yang akan sulit saya terapkan bila web atau blog saya sudah bertahun-tahun dikelola yang sudah memiliki pengunjung tetap, namun untungnya web atau blog saya yang ini adalah baru dirintis jadi saya memutuskan untuk mengganti theme dengan theme khusus AMP, kenapa? Karena saya tidak punya keterampilan untuk koding dalam merubah struktur theme yang sudah digunakan.

Membeli theme yang sudah jadi dari developer tentunya lebih mudah, mungkin yang jadi pertimbangan dan jadi persoalan adalah pada biaya yang lebih mahal dari membeli theme biasa (non-AMP). Tetapi saya rasa tidak ada masalah bila melihat dari kesulitan dari developer dalam membuat theme AMP ini.

Cara mengecek situs atau web yang valid AMP

Berikut adalah cara mengecek situs valid AMP atau tidak, dan juga cara membedakan situs AMP dengan plugin dan yang tidak menggunakan plugin.

Bagaimana membedakan halaman AMP menggunakan plugin dan dengan yang tidak?

Cara membedakan halaman web atau blog yang mengunakan plugin dengan yang tidak menggunakan plugin tentunya sangat mudah. Bisa saya contohkan halaman yang mengunakan plugin AMP pada WordPress dan dengan yang tidak mengunakan plugin pada theme dengan cara mengeceknya pada situs AMP Test – Google Search Console.

  • Siapkan 2 link situs yang berbeda, 1 adalah situs AMP dengan plugin dan 2 adalah situs AMP dengan tanpa plugin
  • Buka halaman AMP Test – Google Search Console
  • Masukan link situs 1 yang akan dicek seperti gambar dibawah ini
  • Lihat hasilnya
  • Lalu lakukan cara diatas pada pengecekan pada link situs 2
  • Lihat hasilnya

Tentunya Anda akan melihat perbedaan didalam hasil pengecekan AMP dari kedua situs yang diuji coba, perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • AMP situs 1 terlihat hasilnya valid AMP seperti pada gambar diatas
  • AMP situs 2 terlihat hasilnya tidak valid AMP / non-AMP namun ada pemberitahuan bahwa situs 2 ini memiliki halaman AMP. Nah dari sinilah kenapa saya seperti diatas sudah dijelaskan memiliki pemikiran bahwa AMP menggunakan plugin bukan merubah struktur theme web yang ada tetapi menambah halaman yang secara otomatis menjadi halaman AMP dengan memanfaatkan plugin khusus AMP.
  • Pada gambar panah nomor 1 menyatakan situs bukan AMP (non-AMP)
  • Pada gambar panah nomor 2 itu adalah halaman AMP dari situs yang dicek
  • Pada gambar panah nomor 3 itu adalah untuk melihat halaman AMP situs tersebut

Versi AMP hasil cek akan sama dengan situs 1 yang membedakan adalah halaman AMP situs 2 memiliki link halaman berbeda untuk mengakses AMP yaitu dengan menambahkan /amp dibelakang url dan biasanya akan memiliki tampilan berbeda juga dengan tampilan nonAMP.

Gambar diatas adalah halamn AMP situs 2 yang yang valid dan yang ditandai panah merah itu itu menunjukan bahwa untuk mengakses halaman AMP situs 2 dengan menambahkan /amp dibelakang url, dan jika mengecek tanpa /amp maka halaman situs non-AMP tetapi ada pemberitahuan bahwa halaman tersebut memiliki halaman AMP.

Keuntungan mengelola blog WordPress berbayar

Blog berbayar seperti WordPress punya pilihan selain menggunakan theme khusus AMP yaitu dengan menggunakan plugin, berbeda dengan blog yang memanfaatkan situs blogger gratis yang tentunya hanya dua pilihan yaitu merubah struktur templat yang membutuhkan keterampilan koding atau mengganti templat dengan templat khusus AMP blogspot dengan cara membeli dari developer templat.

Setelah situs mejadi AMP pada WordPress tidak terlalu banyak masalah dalam mengelola halaman AMP, berbeda dengan blogspot pada saat membuat postingan seperti memasukan gambar dan yang lainnya yang tidak sesuai dengan struktur AMP maka halaman blog akan kembali mengalami masalah pada halaman AMP yang tidak valid dikarenakan pada blogspot belum ada tool yang bisa otomatis menjadikannya valid AMP seperti pada WordPress.

Mengelola blog AMP seperti Blogspot

Mengelola blog AMP blogspot perlu punya pengetahuan tentang AMP bila tidak ingin halaman blog yang sudah menggunakan templat AMP menjadi eror pada halaman AMP. Mungkin karena itulah sangat sedikit blogger blogspot yang menggunakan templat AMP, ada beberapa (hanya para master saja) yang sudah menggunakan templat AMP tetapi situs mereka tetap terkendala pada pengujian situs AMP. Banyak yang menyarankan blogspot sebaiknya tidak memaksakan untuk menggunakan templat AMP, bila tidak ingin terkendala pada entri post yang memerlukan juga keterampilan bukan hanya merangkai kata tetapi bagaimana cara memasukan kode-kode supaya valid AMP.

Seperti itulah mungkin sedikit ulasan tentang Accelerated Mobile Pages (AMP) kita lanjutkan keulasan theme WordPress AMP tanpa plugin pilihan saya sesuai judul postingan kali ini.

Review Theme WordPress AMPINSTANT dari theme.id

Sebelum memutuskan untuk menggunakan theme khusus AMP saya sudah menggunakan terelebih dahulu theme WordPress non AMP superfast dari idtheme tetapi saya berfikir situs yang bangun adalah situs baru dengan postingan masih sedikit dan juga tentunya pengunjungnyapun masih sedikit kenapa tidak menggunakan theme AMP saja dari sekarang daripada nantinya setelah situs berumur akan menjadikan sulit untuk melakukan perubahan ke theme AMP. Dengan pemikiran seperti itu pada akhirnya saya memutuskan untuk mengganti theme dengan theme khusus AMP.

Karena saya tidak memiliki keterampilan dalam koding maka saya memutuskan untuk membeli theme AMP yang sudah jadi dari developer. Perlu waktu yang memang cukup lama dalam mencari theme AMP dari developer yang terpercaya, developer theme AMP Indonesia masih sangat sedikit jadi tidak banyak pilihan, mau memilih developer dari luar saya terbentur pada pembayaran yang mengunakan dollar, pake kartu kredit saya tidak punya kartu kredit, setelah beberapa hari mencari akhirnya saya memutuskan memilih dan membeli theme dengan nama AMPInstant dari salah satu developer theme AMP Indonesia theme.id.

Kenapa memilih AMPInstant

Kenapa saya memilih AMPInstant dari theme.id? tentu bukan tanpa alasan, alasan-alasannya adalah:

  • Yang pertama adalah mudah cara bayarnya dengan sistem transfer Bank Indonesia (Rp) karena ini masalahnya dalam membeli theme yang saya hadapi karena saya tidak punya kartu kredit.
  • Simpel , mudah dalam penggunaan tidak perlu terampil koding
  • Mobile Friendly, mungkin ini sudah umum
  • AMP di Desktop dan Mobile, ini yang saya cari saya temukan di theme ini
  • Mobile First
  • OnPage SEO Optimized, mungkin ini juga sudah umum diterapkan pada setiap theme
  • WordPress Customizer, edit warna pada tampilan semudah menggunakan theme wordpress default
  • Custom Widgets, menambahkan widget custom yang otomatis valid AMP
  • AdSense For AMP, memasukan iklan sangat mudah karena sudah disediakan slot iklan pada menu Customizer
  • Layout Options, merubah model tampilan begitu mudahnya dengan tinggal klik dan klik
  • Unlimited Colors, merubah warna tampilan dengan banyak pilihan tanpa harus edit dari editor theme sesuai selera masing-maisng
  • Google Fonts, ini sudah umum pada setiap theme
  • Auto Update, bila ada update theme terbaru tentunya kita tidak harus menginstal ulang cukup instal updatennya saja bahkan bisa auto update
  • Entri post tidak perlu lagi otak-atik kode supaya valid AMP, cukup lakukan seperti biasa termasuk memasukan dan bila ada kesalahan atau memasukan kode yang tidak valid seperti embed, iframe maka otomatis di convert dan tidak terbaca pada post dengan begitu tidak ada lagi yang namanya AMP tidak valid gara-gara salah post.

Seperti itulah kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh theme AMPINSTANT.

Setiap theme yang dibuat tentunya ada kelebihan dan pastinya ada kekurangannya, tidak ada yang sempurna kesempurnaan hanya milik Tuhan semata begitu pun pada theme AMPINSTANT ini.

Setelah beberapa bulan menggunakan theme AMPINSTANT ini saya merasa terkendala pada kecepatan loading theme walaupun soal masalah kecepatan ini banyak faktornya termasuk kecepatan dari server itu sendiri. Untuk membuktikan akan kendala kecepatan yang saya rasakan dilakukanlah pengujian dengan membandingkan 3 theme yang salah satunya adalah theme yang berbeda developernya.

  1. AMPINSTANT (theme.id)
  2. AMPINSTANT 2 (theme.id)
  3. SUPERFAST (idtheme.com)

Setelah dilakukan pengujian dengan cara mencoba theme satu persatu pada situs yang sama dan juga server yang sama dan juga di cek dengan tool PageSpeed google yang sama, AMPINSTANT memiliki kecepatan terendah.

Untuk kevalidan AMP, AMPINSTANT menjadi pilihan terbaik buat saya dengan kemudahan dalam membuat postingan termasuk postingan bergambar dan juga widget dan lainnya.

Untuk tampilan sebetulnya itu adalah soal selera bisa dilihat pada halaman demonya ampinstant.net.

Untuk harga theme ini bisa dibilang mahal pada harga normalnya bila dibandingkan harga yang ditawarkan developer theme AMP yang lain, tetapi karena saya beli lagi promo jadi harganya bisa dibilang umum dengan harga theme-theme wordpress AMP yang lain.

Untuk lebih tahu dan merasakan kelebihan dan kekurangan dari theme AMPInstant silahkan bisa Anda coba dengan cara membelinya dari developer resmi bukan bajakan.

Sekian ulasan terkait dengan theme AMP tanpa plugin pilihan saya, untuk ulasan lebih lengkapnya InsaAllah pada post saya selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Update:

Setelah beberapa bulan berganti ke theme AMPInstant saya mengalami penurunan drastis pada pengahsilan Adsense entah memang benar karena theme atau kah yang lainnya karena memang penghasilan Adsense terpengaruh oleh bnayak faktor namun untuk menghilangkan kepenasaran saya pada akhirnya saya kembali menggunakan theme non AMP superfast dari idtheme, dan untuk tetap memiliki halaman AMP saya aktifkan halaman AMP dengan menggunakan plugin AMP.

Pada akhirnya setelah satu bulan lebih penghasilan Adsense tidak kunjung naik seperti semula, akhirnya kuputuskan menonaktifkan plugin AMP. Hasilnya satu bulan kemudian penghasilan Adsense kembali membaik seperti semula.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *